atm4d Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
Nanti setelah sebulan,atm4d kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
(责任编辑:teknologi)
- ·Skuad Garuda untuk FIFA Series tunjukkan sikap realistis pelatih
- ·Carlos Pena puas dengan kemenangan besar Persita atas Madura
- ·Bhayangkara FC petik empat kemenangan beruntun
- ·Pelatih Bali United: Kemenangan atas Arema angkat percaya diri pemain
- ·Borneo tekuk Arema 3
- ·Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 2
- ·Beckham Putra tekankan pentingnya jaga pola makan di Ramadhan
- ·Timmas futsal putri gagal ke final setelah disingkirkan Australia
- ·PSIM kembali ke jalur kemenangan usai atasi PSBS 4
- ·Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi
- ·SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan
- ·Pelatih Arema evaluasi performa pemain usai ditumbangkan Bali United
- ·Thailand hancurkan Malaysia, antar Indonesia lolos ke semifinal
- ·Elkan Baggot kembali ke timnas Indonesia
- ·Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang
- ·Persebaya Surabaya berambisi hentikan rekor buruk di Segiri
- ·PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- ·PSIM waspadai motivasi tinggi Semen Padang
- ·Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- ·Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo













